I still Love You Noona

Author : ^HyeBuM^

Cast :

-Choi Minho

-Kwon Yuri

-and other

Genre : romance

Length : oneshot

“Don’t Be Silent Readers”

Never mind if i must die.

I can take care you, although I can’t at beside you. Because, I live in your heart

No matter what my reason. I still Love You Noona..

 

Minho POV

“ya.. Minho. Umurmu ini sudah 21 tahun. Mengapa kau belum pernah pacaran ataupun jatuh cinta, huh?”

“Key.. hentikan omelanmu itu!! Aku sedang menyetir sekarang! Nanti saja kita bicarakan” pekikku

Hmmm… temanku yang satu ini memang paling cerewet. Sebelumnya, aku ingin mengenalkan diriku. Namaku Minho. Choi Minho. Umurku? Seperti yang dikatakan oleh temanku tadi. 21 tahun, dan sampai saat ini. Aku belum mengerti apa itu cinta? Dan temanku, Key. Dia adalah sahabatku dari SMP. Kami bersama-sama sejak dulu. Ia sangat hobi jika disuruh menasehatiku tentang asmara! Huh… aku benci mendengarnya

Minho POV end

Author POV

Kini, Key dan Minho sedang berada di ruangan kerja mereka. Walaupun umur mereka masih 21 tahun. Tapi mereka merupakan bussines man yang sangat sukses. Perusahaan mereka sangat terkenal di Korea Selatan dan Paris. Karena, perusahaan mereka berada di bidang Fashion.

“Minho-ya.. kapan Jonghyun hyung datang?” tanya Key

“mungkin 15 menit lagi? Katanya ia datang bersama dengan Onew Hyung dan asisten baru untuk kita?” terang Minho

“hmmm… berapa orang?? Yeoja atau namja?” tanya (lagi) Key bertubi-tubi

“nado molla?? Tunggu saja!”

_15 kemundian_

“annyeong…” sapa Jonghyun dan Onew kepada Key dan Minho

“annyeong hyung…”balas Key dan Minho bersamaan. Saat sedang menyapa hyungnya, mata Minho tertuju pada satu orang. Orang yang berada dibelakang Jonghyun

“ehemmm… Ireumi mwoyeyo?” tanya Key to the point kepada seseorang di belakang Onew

“ah ne.. aku lupa mengenalkan kepada kalian. Yang ada di belakangku ini Jung Nicole. Ia calon asistenmu Key.” Ucap Onew. Nicolepun memberi hormat kepada Key

“annyeong haseyo Key-ssi. Jonenun Nicole imnida. Bangapseumnida..” ucap Nicole

“ne.. bangapta..^^” balas Key yang kesemsem (?) pada Nicole

“Key, Minho. Ini asisten kalian yang baru, asistennya hanya satu orang saja. Karena kupikir pekerjaan Minho tidak terlalu berat.” Terang Onew

“ne…” jawab MinKey bersamaan

“kajja.. kita mulai meetingnya”

_sepulang kerja_

Author POV

Terlihat 5 orang berjalan menuju parkiran.

“huaaammm… pegal sekali meeting 5 jam. Aku ingin segera pulang. Eummmm Nicole-ssi, bagaimana kalau kau kuantar pulang?”

“ah..aniyo.. aku bisa naik bus. Lagipula kau sendiri kan yang bilang kalau ingin cepat pulang?”

“gwenchanayo.. lagipula tidak baik kalau perempuan..” belum sempat  Key menyelesaikan kata-katanya, Jonghyun menyelanya

“Key.. bilang saja kalau kau mau pedekate dengannya. Tak usah buat-buat alasan!” ungkap Jonghyun.

“hyuuung,,, jangan sok tau! Aku hanya ingin berniat baik kok padanya. Ayo Nicole, tak usah kau hiraukan kata-kata ahjussi itu!” cibir Key.

“ne.. aku pulang duluan semuanya. Annyeong..” pamit Nicole

“hehehe… annyeong. Hati-hati ya..” balas Jonghyun. Sedangkan Onew dan Minho hanya bisa geleng-geleng (?)

Tak lama kemudian, Mobil sport berwarna hitam legam dengan corak sapphire blue itu berjalan melewati 3 orang yang ada didepannya.

“Minho-ya.. boleh aku menumpang denganmu? Tadi aku berangkat naik bus. Mobilku sedang ada di bengkel. Jebaall….” rengek Jonghyun

“ehm… hyung, bagaimana kalau hyung bareng dengan Onew hyung saja. Karena aku tidak langsung pulang.”

“hmm… araseo. Hyuuunggg aku bareng kau” teriak Jonghyun sembari menghampiri Onew yang sedang menyalakan motor Y2K Turbinenya itu.

“baiklah hyung. Aku duluan ya..” ucap Minho sembari masuk ke mobil Maybach Landauletnya itu.

Hanya membutuhkan waktu 1 menit saja bagi Minho untuk meninggalkan hyungnya yang.. emm.. gila itu.

“hmm… apa masih ada minimarket yang buka jam segini ya?” gumam Minho

“aahh.. itu ada yang masih buka” teriak Minho sambil mengerem mendadak mobilnya.

10 menit berlalu

Minho keluar dari minimarket dengan 2 kresek besar di kedua tangannya. Iapun berjalan kearah mobilnya. ia menaruh belanjaannya di bagasi.

Sesampainya di rumah. Ia langsung menuju ke kamar mandi. Seusai mandi, ia berjalan-jalan keluar. Saat sampai didepan rumahnya terdengar suara aneh di dekat tong sampahnya

“srekk..srekk.” Minhopun terus mengamati kresek besar itu. Dengan langkah ragu-ragu, ia membuka kresek itu. Saat sudah terlihat isinya, ia terjatuh karena meloncat.

“ba..bagaimana bisa ada manusia di kresek itu. Apa ia masih hidup? Haruskah aku membawanya masuk kedalam?” gumam Minho.

_keesokan harinya_

“huaaaammmm…”

“kau sudah bangun?” tanya Minho pada seseorang. Yeoja itupun terlonjak kaget.

“nu..nuguseyo?? aku dimana?” tanya yeoja itu

“miahae aku telah lancang membawamu kerumahku. Tapi kau kutemukan di depan rumahmu. Jadi kuputuskan untuk membawamu masuk kedalam.” Terang Minho

“…” yeoja itu hanya terdiam. Minho yang merasa canggungpun memecah keheningan diantara mereka

“well, Ireumi mwoyeyo ?” tanya Minho

“joneun Yuri imnida.” Jawab yeoja itu singkat

“kelihatannya kau lebih tua dariku. Jadi kalau kupanggil noona? Apa itu masalah?”

“aniyo.. gomawoyo Minho-ssi telah mau membantuku. Tapi, bolehkah aku meminta tolong satu hal lagi?” tanya Yuri.

“ne..”

“apa aku boleh menginap untuk beberapa malam disini? Aku tidak punya rumah, dan aku sedang dikejar oleh seseorang.”

“ne.. emm.. noona, apa kau mau makan dulu? Di meja makan sudah kusiapkan makanan untukmu”

“jinjjayo? Gomawo Minho-ssi” ucap Yuri

“tidak usah seformal itu.. cukup panggil aku Minho saja”

“ne.. sekali lagi gomawo Minho”

Seusai makan, Yuri mandi. Saat ia mengeringkan rambut di ruang tamu, Minho melihatnya. Minho melihat tubuh Yuri yang hanya terbalut oleh kemeja putih kebesaran sampai sepahanya itu meneguk air liurnya.

“wae..?” tanya Yuri

”aniyo.. lanjutkan saja” jawab Minho gugup. Lalu Minho jalan kedapur, diintipnya Yuri. Terlihat Yuri sedang memandang keluar jendela. Saat itu juga, Minho memasukkan kepalanya kedalam kulkas. Namun, Yuri melihat kelakuan konyolnya itu. Iapun tertawa kecil.

_malam harinya_

“ting tong..” pintu rumah Minho berbunyi. Tak lama kemudian, pintu rumah terbuka. Ternyata yang datang ke rimah Minho adalah Key dan Nicole. Key yang melihat Yuri dengan pakaian seadanya (?) itupun menelan air ludahnya

“nu..nugu?” tanya Key gugup. Terang saja, Key sangat anti dengan wanita yang berpakaian seperti itu. Ditambah lagi, ia sangat kenal dengan Minho bahwa Minho bukan lelaki yang seperti itu.

“mianhae, naneun Yuri imnida. Silahkan masuk, Minho sedang dikamar mandi.”

“ne” jawab KeyCole serempak

5 menit kemudian

“key? Nicole? Apa yang kalian lakukan disini? Eh maksudku, ada keperluan apa kalian kemari?” tanya Minho gelagapan. Jelas saja ia gelagapan.

“Kalau mereka bisa masuk, berarti Yuri yang membukakannya. Dan pasti mereka berpikiran macam-macam” batin Minho

“aku ingin melakukan meeting dadakan denganmu disini.” Terang Key

“mengapa tidak telfon dulu?” tanya Minho

“tidak sempat. Sebaiknya kita mulai sekarang. Karena hasilnya akan dirapatkan besok bersama Direktur Lee” ucap Key semabri menyeret (?) Minho.

_2 jam kemudian_

“akhirnya selesai juga.” Keluh Nicole

“hey Minho.. siapa wanita itu? Seingatku, kau tak pernah punya kakak perempuan?” tanya Key sambil berbisik

“dia itu wanita yang aku temukan di dekat tempat sampah kemarin malam. Katanya dia ada masalah dan belum bisa langsung pulang. Makanya dia minta tolong kepadaku untuk menginap beberapa hari disini, lagipula aku juga tinggal sendirian” terang Minho

“oh..’’ hanya mampu ber-oh.

“kalau begitu aku pulang dulu Minho. sampai bertemu dikantor besok ya?” pamit Key

“ne. Hati-hati di jalan” balas Minho

_1 minggu kemudian_

Sudah seminggu ini Yuri tinggal di rumah Minho. Dan banyak perubahan dari Minho. ia berubah menjadi lebih lembut, ramah, hangat, dan friendly. Entah apa yang membuatnya berubah.

“Minho.. minggu ini apa kau ada acara?” tanya Key

“ehmm.. aniyo. Waeyo?” jawab Minho

“bagaimana kalau kita double date?”

“double date?? Memang kau sudah.. ah.. kau sudah menembak Nicole, ne?”

“…” Key tidak menjawab, ia hanya senyum-senyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

“ah.. chukkaeyo…!! tapi bagaimana denganku? Aku kan belum punya pacar?!” tanya Minho

“ajak saja Yuri noona. Kau bilang ia juga single kan. Tembak saja dia. Aku tahu kalau kau juga punya perasaan terhadapnya!” ejek Key

“aniyo!!!” elak Minho

“hey… tidak usah dijelaskanpun semua orang juga tahu kalau kau sedang kasmaran.. hahaha”

“apa itu terlihat dengan jelas?” tanya Minho dengan muka innocentnya

“tuuhhh kan benar!! Secara tidak langsung kau mengakuinya lohh…” cibir Key

“aiisshhh… Key!! Kemari kau!!” teriak Minho sambil mengejar Key yang sedang kabur. Saat ia melewati pantry, secaratidak sengaja ia menabrak seorang noona. Saat Minho berusaha menolongnya, ia melihat yeoja itu dengan mata terbelalak.

“noo..na?” tanya Minho saat melihat orang yang ditabraknya itu Yuri

“Minho?” tanya Yuri yang tak kalah kagetnya.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya mereka bersamaan

“aku manager disini. Noona sendiri?”

“aku baru saja diterima sebagai office girl disini.”

“mengapa noona tidak memberitahuku kalau noona sedang mencari pekerjaan? Siapa tahu bisa kubantu?”

“anni. Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu. Ehm, sudah dulu ya Minho. aku harus kembali bekerja. Annyeong” pamit Yuri sambil meninggalkan Minho

“hey.. Minho. jadi Yuri bekerja disini? Makin besar saja peluangmu.” Ejek Key yang baru datang langsung merangkaul bahu Minho

“jadi kau menguping?” tanya Minho sambil menjitak kepala Key

“appo pabo!!! Yasudahlah.. kajja kita kembali kerja. Kalau Onew hyung tau kita tidak ada di ruangan. Siap-siap saja es untuk kuping kita karena saking panasnya mendengar omelannya” kata Key sambil berjalan menuju ruangan.

_pulang kerja_

Saat Minho sampai di depan kantornya, ia melihat Yuri. Namun tidak sendirian. Ia bersama seseorang yang sangat familiar.

“apa yang mereka perbuat disana? Mengapa Yuri noona bisa mengenal Jonghyun hyung?” gumam Minho. minhopun memutuskan untuk menanyakannya dirumah. Iapun pergi dengan mobilnya, meninggalkan sepasang manusia yang tengah berpelukan itu.

_di tempat lain_

Yuri POV

Saat aku ingin pulang, tanganku ditarik oleh seseorang. Kupikir itu Minho. karena hanya dia yang mengenalku di kantor ini. Namun ternyata tebakanku meleset. Orang itu adalah

“Jonghyun Oppa?”

“jadi ini benar kau Yuri?” tanyanya dengan mata terbelalak. Tanpa basa-basi, ia langsung memelukku. Membawaku kedalam dekapannya.

“bogoshipo Yuri! Kau tahu itu” lirihnya

“aa..eemm..naa..naadoo oppa..” ucapku dengan *sangat* terpaksa. Iapu perlahan melepaskan pelukannya.

“bagaimana keadaanmu? Kau tinggal dimana sekarang?” tanya Jonghyun oppa bertubi-tubi. Mungkin aku harus jujur dengannya. Atau aku akan terperangkap lagi ke dalam jaringnya

“emm… begini oppa. Ada yang harus kujelaskan padamu. Jujur saja aku sudah tidak ingin memiliki hubungan denganmu lagi oppa. Aku sudah tenang tanpamu. Aku tak mau membohongi perasaanku lagi. Dan aku juga tak mau kau bodohi lagi. Biarkan aku hidup tenang oppa. Aku baik-baik saja. Tolong jangan ganggu aku lagi. Annyeong” pamitku. Saat aku sudah berjalan satu langkah. Lagi-lagi Jongyun oppa menarikku. Tapi cengkeramannya labih kuat daripada tadi. Tatapannya juga sudah berubah lagi. Andwee… aku tak mau hal itu terjadi lagi

“cukup oppa. Lepaskan aku! 5 tahun bersamamu sudah cukup bagiku. Tolong jangan tambah bebanku lagi. Jangan kau siksa aku lagi.” Ucapku sembari berusaha melepas genggamannya. Setelah lepas, aku langsung berlari dan memberhentikkan taksi.

_di rumah_

Ah… akhirnya sampai juga. Jangan sampai oppa mengikutiku. Aku tidak ingin kalau Minho terancam hanya karena masalahku. Kulangkahkan kakiku ke rumah. Kumasukkan kode rahasia rumah Minho. setelah terbuka aku berjalan tempat kode rahasia *lagi* untuk menyalakan lampu. Namun belum sempat aku menyalakan, lampunya menyala. Kulihat Minho sudah duduk di sofa.

“eh Minho. kaukah yang menyalakan lampunya?” tanyaku basa-basi. Terlihat semburat kemarahan dimukanya.

“iya” jawabnya dingin. Ada apa sih dengannya?

Yuri POV end

Minho POV

“eh Minho. kaukah yang menyalakan lampunya?” tanyanya. Jujur saja, setelah aku menemukan noona tengah berpelukan dengan Jonghyun hyung. Moodku langsung down. Apa yang terjadi sih. Aku yakin, sekarang mukaku pasti bertekuk-tekuk.

“iya.” Jawabku dingin. Mengapa aku jadi mendadak dingin sih?

“oh.. kalau begitu aku masuk dulu ya.” Ucapnya. Aku langsung beranjak sari sofa. Kutarik tangannya

“jangan dulu noona. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.” Ucapku. Noonapun langsung mengambil (?) posisi didepanku.

“apa itu?”

“emm.. noona ada hubungan apa dengan Jonghyun hyung? Kulihat kalian tadi berpelukan. Apa Jonghyun hyung pacar noona?” tanyaku sembari menggaruk-garuk tengkuk leherku yang sebenarnya tidak gatal.

“k.kau kenal dia? A..apa hubunganmu dengannya?” jawab noona dengan terbata-bata. Kulihat mukanya langsung pucat. Ada apa sih sebenarnya?

“hyung itu atasan sekaligus sahabatku sama seperti Key dan Onew hyung.”

“oh begitu.. ceritanya panjang Minho”

“aku pendengar yang baik. Tapi jika kau tidak ingin menceritakannya juga tak apa” ucapka dengan nada yang terdengar menyesal

“gwenchana Minho. jadii….” iapun menceritakannya dengan rinci.

“ja..jadi kalian pernah berpacaran? Lalu kalian putus karena kelainan Jonghyun hyung?”

“ne..” kulihat wajahnya menjadi murung

“gwenchana noona. Aku ada disini. Aku akan bersedia menjadi tempat curhatmu. Aku..” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku. Noona langsung memelukku. Aku sedikit nerveous. Dengan ragu-ragu. Aku membalas pelukannya.

“gomawo Minho. jeongmal gomawo” ucapnya yang membuatku sedikit lebih rileks. Kubiarkan posisi ini sampai noona yang melepasny. Namun, 10 menit berlalu, noona tak kunjung melepas pelukannya. Saat kulihat, noona tertidur dalam pelukanku. Tanpa ragu-ragu kugendong tubuhnya yang ringan ini. Kubawa ke kamarnya.

“selamat malam noona” ucapku sembari mengusap rambutnya. Kuputuskan untuk meninggalkan noona agar noona bisa istirahat. Kurasa ia sangat shock atas pertemuannya dengan Jonghyun hyung.

_keesokan harinya_

Author POV

Entah angin apa yang datang menghampiri Yuri. Tiba-tiba saja Yuri berubah menjadi manja terhadap Minho. Minhopun merasa aneh dengan perubahan sikap Yuri. Namun, ada sepercik rasa bahagia yang tersirat di hati Minho.

“mmmm..Minho. maaf ya merepotkanmu. Sebenarnya aku bisa saja naik bus, tapi..”

“ne…noona. cheonma.. aku juga senang bisa membantu noona.” Ucap Minho. merekapun juga sempat saling bercanda satu sama lain, tanpa memperhatikan ada seseorang yang sedang mengamati mereka. Jonghyun.

“kalau begitu aku masuk dulu noona. Kita janjian lagi sepulang kerja di parkiran ya..?” ucap Minho

“oke >.^” balas Yuri

Lalu Minho dan Yuri berpisah di lobbby. Saat Minho sudah ada di lift. Tiba-tiba lampu lift tersebut mati. Lift sedikit terguncang. Lalu alarm yang ada di Lift berbunyi

“aish.. sial!! Mengapa liftnya harus macet!” gerutu Minho. Tak lama kemudian, atap lift Minho terbuka. Namun, bukan pertolongan yang ia dapatkan. Orang yang membuka atap lift itu melemparkan tabung gas. Reflek Minho menutup hidung dan muulutnya. Tubuhnya lama-kelamaan lemas. Dengan tenaga yang tersisa, ia mencoba meraih ponselnya dan menghubungi seseorang

“tuuut…tuuut”

“Key… cepat angkat!!” teriak Minho

“yoboseyo” ucap Key diseberang telefon

“Key…to..tolong aku.. uhuk uhuk” ucap Minho terbatuk-batuk

“ya… ada apa denganmu? Kau ada dimana?” teriak Key #hobibangetteriak2

“aku..a..a..adaa..dii…li..lift” setelah Minho memberitahu Key. Key langsung memutuskan telfonnya dan pergi menuju ruang pengoperasian. Sedangkan, orang yang menaruh tabung gas itupun pergi. Namun, ia menjatuhkan sesuatu. Cincin. Dan mungkin dewi fortuna masih memberi Minho sedikit keberuntungan. Karena cincin itu jatuh tepat diatas tangannya.

_di tempat lain_

Tanpa memperhatikan siapa yang didepannya. Ia tetap melangkahkan kakinya. Sesampainya disana. Ia langsung mendobrak pintu itu. Saat pintu itu seudah terbuka, bau menyengat menyebar diruangan itu

“gas?” gumam Key. Dilihatnya semua petugas tergeletak tak berdaya di depan monitor dan lantai. Dengan sisa oksigen yang ia miliki. Ia berlari menuju salah satu monitor. Terlihat ada monitor yang mati. Saat Key menyalakannya, terpampang gambar yang menunjukan sosok jangkung tellah terkulai lemas di lift. Tak lama kemudian. Layar itu berubah menjadi gambar seseorang yang sedang mengenakan masker. Sehingga hanya terlihat matanya saja.

“Key.. kalau kau menyelamatkannya. Kau akan menjadi targetku selanjutnya!” seketika layar itu mati. Key langsung berlari kearah lift yang Minho tempati sekarang.

“hosh..hosh..hosh…” dengan nafasnya yang tersengal-sengal. Ia mencoba menghubungi pemadam kebakaran dan pihak kepolisian.

“gamsahamnida. Annyeong” ucap Key menutup telefon. Lalu ada sekelebat bayangan berjalan dibelakang Key. Orang itu langsung memukul bagian tengkuk leher Key.

Tak lama kemudian Minho berhasil dikeluarkan. Dan Key ditemukan oleh anggota pemadam kebakaran. Minho dan Key dimasukkan kedalam ambulance.

_1 jam Kemudian_

@Seoul Hospital

Yuri POV

Kudengar Minho terjebak dalam lift. Aku yang mendengar berita itu langsung shock dan pergi menuju rumah sakit. Saat ini aku sedang duduk di depan ruang UGD. Saat kuedarkan pandanganku. Kulihat Jonghyun Oppa mengenakan pakaian serba hitam. Namun, bagaimanapun ia menutupinya, aku tetap bisa mengingat matanya itu. Aku jadi curiga. Apa iya kalau Jonghyun oppa dalang semua ini? Tapi apa alasan Jonghyun oppa menyerang Minho? lamunanku terbuyar saat ada seorang yeoja menyadarkanku

“annyeong.. apa benar kau yuri eonnie?” ucap yeoja yang berperawakan tinggi, rambut sebahu, dan eye smilenya itu

“ne.. nugu?” tanyaku

“naneun Nicole imnida”

“oh.. kau yeojachingunya Key itu ya? Kajja, kita tunggu bersama-sama disini”

“ne..” ucapnya sembari duduk disampingku. Akupun mengedarkan pandanganku lagi. Tepatnya kearah Jonghyun oppa. Namun, saat aku melihat kearahnya. Ia tersenyum menyeringai, lalu pergi. Seringaiannya yang menakutkan. Seringaiyan yang sama seperti 5 tahun lalu.

“seringaian itu..” gumamku

“eonnie? Ada apa?” tanya Nicole, namun tidak kuhiraukan

“aku ingat seringaian itu. Bentuknya, ketulusannya, semuanya. Jangan-jangan..” gumamku. Sedikit berfikit dan..

“andweeee….” teriakku.

“eonnie? Ada apa??” tanya Nicole lagi. Dan lagi-lagi kuhiraukan dia. Aku langsung pergi mengejar Jonghyun oppa.

“oppa!!!! Chakkaman!!!” teriakku. Spontan. Jonghyun oppa berhenti

“oppa.. mengapa oppa tersenyum seperti itu. Jangan bilang kalau oppa akan..” saat aku ingin menyelesaikan kata-kataku. Oppa memootong ucapanku

“ne.. aku akan melakukannya. Aku pergi dulu Yuri-ssi. Jaga baik-baik NAMDONGSAENGmu itu. Annyeong” ucapnya dengan penekanan di kata ‘Namdongsaeng’

“oppa… mengapa ini harus terulang lagi?” lirihku

Yuri POV end

Author POV

Yuri menyerah, ia tak tau apa yang akan Jonghyun lakukan terhadap Minho. satu hal yang sangat Yuri yakini. Yaitu, Jonghyun tak pernah main-main dengan kata-katanya. Dengan langkah gontai ia kembali ke depan ruang UGD. Namun, saat ia kesana. Ia tak menemukan siapa-siapa. Iapun bertanya ke perawat yang lewat

“permisi, tapi apa anda tau kemana 2 pasien yang baru saja masuk UGD  tadi?” tanya Yuri

“oh, mereka sudah dipindahkan ke ruang intensif. Permisi” ucap perawat itu

“ne. Gamsahamnida”. Yuri langsung menuju ruangan yang disebutkan oleh perawat tadi. Saat ia masuk, terlihat dua tirai yang tertutup. Iapun mengintip yang disebelah kanan. Ternyata itu bednya Key.

“Key belum sadar ? lalu dimana Minho?” batin Yuri. Saat ia mengintip ke tirai sebelah kiri, terlihat tubuh jangkung itu sedang terbaring lemas dibednya. Dengan mesker oksigen yang menutupinya, itu tak mengurangi ketampanannya. Namun, selang beberapa detik. Terlihat Minho mengerang. Lebih tepatnya mengigau.

“jauhi aku noona… jauhi akuu!!” erang Minho. yuripun mengelus dahi dan punggung tangan Minho. terlihat banyak keringat dingin yang ia keluarkan. Lalu Yuripun mengutus memanggil dokter. Setelah pemeriksaan selesai Yuri menanyakan keadaan Minho

“bagaimana dok?” tanya Yuri

“dia sudah kubius. Sepertinya ia teringat sesuatu tentang masa lalunya.  Tenanglah.. dan keadaannya saat ini sudah mulai berangsur membaik. Ia kekurangan kapasitas oksigen karena gas yang dihirupnya.” Terang dokter itu

“lalu keadaan temannya bagaimana?”

“ehm.. pasien yang satunya mengalami gegar otak ringan. Akibat pukulan yang keras. Terlebih lagi, pukulan itu tepat mengenai saraf otak kecilnya. Tapi untungnya ia tak mengalami cacat.”

“oh begitu. Gamsahamnida dok..”

“ne.. saya permisi dulu.. annyeong” pamit dokter itu.

_seminggu  kemudian_

Hari ini Minho dan Key terlihat sudah kembali bekerja. Para staf yang satu ruangan dengan dengan merekapun mengadakan pesta kecil-kecilan seusai pulang kerja.

SKIP – pestanya di skip ya?

Sesampainya dirumah, Minho langsung memanggil Yuri

“noonaaa….” teriak Minho

“neee….” jawab Yuri

“noona.. aku ingin menghirup udara segar malam ini. Bagaimana kalau kita pergi ke taman? Sekarang juga belum malam” ajak Minho

“hmmm… ide bagus!! Kajja”

_sesampainya di taman_

“noona.. ini” ucap Minho sembari menyodorkan segelas Capuccino

“hmmm.. mashita” ucap Yuri. Minho yang sedari memandangi Yuri penuh arti kini duduk setengah berjongkok di depan Yuri. Spontan Yuri kaget

“ya.. ige mwoya?” tanya Yuri. bukannya menjawab pertanyaan itu, Minho malah menggaet tangan Yuri.

“noona.. maukah noona jadi yeojachinguku?” tanya Minho. yuri hanya bisa memandanginya. Namun tak lama kemudian Yuri menundukkan kepalanya sambil mengangguk

“jinjja?” tanya Minho dengan matanya yang terbelalak.

“ne..”

“saranghae noona..” ucap Minho

“nado saranghae Minho”.

Hening sesaat. Minhopun tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Yuri. Yuri yang mengetahui hal ini hanya mampu memejamkan matanya.

3 cm…

2 cm..

1 cm..

“DUUAAARRR” terdengar suara tembakan. Otomatis Yuri membuka matanya. Namun ada pemandangan yang sangat tidak mengenakan untuk Yuri. Terlihat mulut Minho mengeluarkan darah. Minho terlihat meringis.

“ya… Minho!!! kau ke..kenapa?? mengapa bisa seperti ini” isak Yuri. Tak lama kemudian tubuh Minho ambruk. Ambruknya tubuh Minho menampakkan sosok yang menyeramkan di mata Yuri.

“oppa?” gumam Yuri. Namun, Yuri lebih mengutamakan Minho. sedangkan orang yang dipanggil ‘Oppa’ oleh Yuri hanya berdiri sambil tersenyum penuh kemenangan. Tak lama kemudian ia mulai mangarahkan pistolnya itu kelehernya sendiri

“mianhae Yuri.. saranghae..” iapun menarik pelatuk pistol itu.

“oppaaaaa” teriak Yuri.

“noonaa…” erang Minho

“Minho.. bertahanlah..” isak Yuri

“anni noona.. aku hanya ingin mengatakan, saranghae. Walaupun tidak bisa bersama, I still Love You Noona.”

“nado Minho!” tiba-tiba mata Minho menutup, untuk selamanya.

_5 tahun kemudian_

Terlihat seorang yeoja berperawakan tinggi sedang berjalan menuju ke pemakaman. Ia bersama seorang namja.

“Minho…Jonghyun oppa.. aku datang lagi..” ucap Yuri sembari menahan tangis.

“noona.. gwenchana?” tanya namja itu

“gwenchanyo Key..” balas Yuri. Hening sesaat

“Minho.. oppa.. aku kemari hanya ingin memberitahu, bahwa aku dan Key akan menikah lusa depan. Semoga kalian bisa melihat kebahagianku dan Key nanti dari atas sana. Aku pergi.. annnyeong” ucap Yuri sambil mengecup nisan keduanya. Setelah itu, mereka pergi.

_end_

Thanks To Readers ^_^

Iklan

6 pemikiran pada “I still Love You Noona

Leave Your Comment ~~ ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s