For My Kingdom (Part 1)

Author : HaeKyo

Cast :

–  Lady Louise

– LeeTeuk ~ Lord Dennis

Black Knight:

– Lee Donghae ~ Aiden

– Kim Ki Bum (SHINee) ~ Key

– Sung Hye In ~ Ivana

– Lee Hyuk Jae ~ Spencer

– Kim Ki Bum (SuJu) ~ Trevor

Other Cast:

– Raja Dominicus

– Ratu Caverie

Kerajaan Anthoria :

– Raja Camidash

– Ratu Versa

– Tiffany (SNSD) ~ Tiffany

– Fagon

Kerajaan Madaeira:

– Raja Xaverius

– Ratu Aquillya

– Arvore

Rating: PG-

Genre: Angst, Fantasy, Family

Length : Continues

Annyeong . . . FF ini bercerita tentang sebuah Kerajaan. Dan ini baru kali author buat FF Kerajaan. Jadi kalau bahasanya jelek, alur gak nyambung, trus gak dapet FEELnya. Tolong di maafin ya. Oh ya, maafin juga karena kebanyakan Cast dan namanya susah-susah, trus semua ini Author POV. So, Happy Reading ~~ ^^

“Don’t Be Silent Readers”

– SSFF –

Author POV (All)

Terdengar dentingan logam senjata di halaman kerajaan Cavaldesh. Di sana tampak seorang wanita dan pria sedang mengasah kemampuan pedang mereka dengan cara bertarung.

“Kau harus berusaha, Louise.” Ucap laki-laki itu dengan sebuah seringaian kecil.

“Aku sudah berusaha Dennis. Tapi percuma, aku tak akan bisa mengalahkanmu.” Kata wanita itu kepada laki-laki yang bernama Dennis. Mereka adalah Putra dan Putri pemimpin Kerajaan Cavaldesh. Kerajaan terbesar dari 3 Kerajaan di Wilayah Pegunugan Blaire. 2 Kerajaan lainnya adalah Anthoria dan Madaeira.

“Kita istirahat sebentar” Dennis berjalan ke arah pohon yang ada di dekatnya lalu melemparkan sharpinnya ke tanah. Sedangkan Louise mengikutinya dari belakang dan duduk di samping pria itu.

“Minumlah, aku membuatnya sendiri tadi” Dennis menyerahkan gelas perak berisi sari buah plum kepada adiknya, Louise.

“Apa kau tak ada jadwal hari ini? Aku bisa berlatih dengan Ivana.” Tanya Louise sambil sesekali meyeruput minumannya.

“Black Knights wanita itu?! Kenapa kau sangat suka berlatih dengannya?”

Louise tertawa kecil melihat tingkah laku kakaknya

“Karena aku lebih suka berlatih dengannya”

“Cih . . . alasan macam apa itu!. Baiklah aku akan pergi dan sebagai gantinya, kau harus berlatih dengan Ivana”

Tiba-tiba datang seorang prajurit wanita dengan membawa tumpukan kertas. Lalu membungkuk sebentar sebagai tanda hormat.

“Lord Dennis, Raja memberikan saya kertas ini untuk di berikan kepada anda.” Prajurit itu menyerahkan tumpukan kertas itu kepada Dennis. Dennis mengernyit.

“Dan anda, di panggil oleh Raja di Aula” lanjutnya.

“Terimakasih Irvana” Dennis berlalu meninggalkan Louise dan Irvana yang masih di tempatnya. “Oh, ya. Irvana, tolong kau bantu Louise berlatih” pintanya. Irvana hanya membungkukkan badanya sebagai pertanda bahwa ia menyetujui hal tersebut.

– SSFF –

“Ayunkan pedangmu dengan benar, Lady Louise.” Teriak Irvana.

“Aku lelah, tenagaku juga tak terlalu kuat. Selain itu, aku masih berumur 18 tahun bukan? Jadi lebih baik kita istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga kita sambil meminum sari buah plum. Bagaimana?” Ujar Louise.

“Baiklah, jika itu mau anda” Jawab Ivan singkat.

“Bukankah dulu aku sudah bilang, jangan bicara terlalu formal padaku. Aku tak suka itu.”

Ivana hanya tersenyum kecil mendengan ocehan Louise.

– SSFF –

Dennis telah tiba di depan pintu ganda berwarna cokelat yang berukir dua ekor kuda pegasus dan sebuah perisai di tengahnya, sebagai lambang Kerajaan Cavaldesh. Di bukanya pintu itu dan dia melihat lima orang telah duduk mengitari meja bundar yang ada di dalam Aula. Empat dari lima orang itu berdiri untuk memberi hormat kepada Dennis. Secara, kedudukan mereka berada di bawah Dennis. Ya~ mereka adalah empat dari lima Black Knights yang dimiliki Kerajaan Cavaldesh.

“Silahkan duduk, Dennis.” Ucap Raja Dominicus kepada putranya Dennis. Dennis berjalan kearah mereka lalu duduk di sisi kanan Raja Dominicus.

“Baiklah, kita akan memulai rapat ini.” Kata Raja Dominicus dengan tegas sebagai pemimpin Kerajaan.

Rapat ini membahas tentang banyak masalah. Mulai dari anggaran Kerajaan, perbaikan fasilitasnya, kemakmuran penunduk, dll. Selama rapat ini, Banyak usul berbeda yang keluar dari mulut setiap orang.

– SSFF –

“Baik, rapat untuk hari ini selesai.” Ucap Raja Dominicus tegas menyudahi rapat yang berjalan hampir lima jam tersebut. Para Black Knights dan Dennis berdiri untuk memberi hormat kepada Raja. Setelah itu, mereka pergi satu persatu meninggalkan Aula Kerajaan.

– SSFF –

Hembusan angin sejuk menyusuri setiap sudut wilayah di Pegunugan Blaire. Suara dentingan logam senjata di halaman Kerajaan Cavaldes kini telang hilang dan di gantikan dengan canda tawa dari Louise dan Ivana.

Dua pria berpakaian Jendral kini lewat di hadapan mereka. Ivana berteriak memanggil salah satu dari mereka.

“Key . . . cepat kemari.” Panggil Ivana dengan lantang. Walaupun dia wanita, tapi fisiknya lebih mirip dengan pria. Kedua Jendral itu berjalan ke arah Louise dan Ivana.

“Ada apa, Ivana?” Tanya pria berbadan tinggi, berambut pirang, memiliki mata seperti kucing, yang memliki nama Key itu datang menghampiri Ivana.

“Raja mengutus kita untuk segera menghadap Beliau di ruangannya.” Jelas Ivana

“Baiklah.” Jawab Key singkat

“Aiden, tolong kau jaga Lady Louise.” Pinta Ivana sebelum dia pergi meninggalkan Aiden dan Louise.

– SSFF –

Louise membuka kedua matanya. Cahaya matahai membuat gorden yang menghalangi sinarnya berwarna merah. Ia berdiri lalu berjalan di lantai berwarna hitam pekat yang dingin. Membuka gorden merah yang ada di kamarnya. Sedetik kemudian, ia merasakan silaunya sinar matahari yang telah menampakan dirinya sejak satu jam lalu.

Apa Dennis sudah bangun?  Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari otaknya. Tak seperti biasanya, ia langsung pergi membersihkan dirinya lalu mengenakan gaun berwarna merah dengan hiasan yang tak terlalu mencolok.

Louise membuka pelan pintu kamarnya yang berat. Ia selalu begitu, tak mau minta tolong pada penjaga yang selalu setia berjaga di depan kamarnya. Louise tersenyum ramah ketika seorang pelayan datang menghampirinya dan menuntunya menuju Ruang Makan Kerajaan.

Setelah 15 menit ia berjalan menyusuri lantai hitam pekat yang dingin milik Kerajaan cavaldesh. Akhirnya ia tiba di Ruang Makan Kerajaan. Prajurit yang menjaga di depan pintu membukakan pintu untuknya dan mempersilahkan Louise untuk masuk ke dalam. Ia merasa jika Raja, Ratu, dan Dennis pasti sudah menunggu lama.

“Ah . . . Putriku. Kau sudah tiba.” Ucap Ratu Caverie sambil memeluk Putrinya, Louise. Dan tersenyum sangat manis. Bisa dibilang Ratu Caverie dan Louise sangat mirip, mereka memiliki senyuman yang sangat manis, rambut pirang, hanya saja rambut Louise lebih panjang dari pada Ratu Caverie.

Mereka semua, atau lebih tepatnya Raja Dominicus, Ratu Caverie, Dennis, dan Louise sedang duduk di meja makan dan menyantap berbagai hidangan lezat yang di masak oleh Koki kerajaan yang sudah profesional.

– SSFF –

Setelah acara sarapan selesai. Ratu Caverie dan Louise pergi terlebih dahulu meninggalkan Ruang Makan nan megah itu. Sementara Raja Dominicus dan Dennis masih terdiam di meja makan.

“Dennis.” Paggil suara berat milik Raja Dominicus

“Iya, Ayah.”

“Nanti malam, aku ingin berbicara denganmu. Jadi bisakah kau datang ke ruanganku nanti?” Tanya Dominicus lembut.

“Baik, Ayah.” Jawab Dennis singkat kemudian berdiri dan berpamitan untuk melanjutkan tugasnya.

– SSFF –

Kini matahari telah berada di puncaknya, membuat sinarnya terasa menyengat di kulit. Namun, hal itu tak di gubris oleh setiap prajurit Cavaldesh yang masih setia melakukan tugas mereka masing-masing.

Louise memasuki ruangan besar yang di terangi lampu lampu penerang yang di dalamnya terdapat bola kecil bercahaya terang melayang-layang di dalam kacapu tersebut. Ia membuka beberapa gorden yang menghalangi masuknya sinar matahari kedalam. Kini, ruangan yang didominasi oleh warna merah untuk dnding dan lantai hitam yang mengkilat tak gelap lagi seperti tadi. Louise mendudukkan dirinya di kursi yang ada di dekatnya kemudian mengambil  beberapa buku yang akan di pelajarinya. Ya~ sekarang ia berada di Perpustakan kerajaan. Terdapat puluhan ribu buku di rak merah dan hitam yang tertata rapi di dalam ruangan ini. Memang banyak buku yang sudah usang di sini, namun keusangan itu sangat berharga. Mengapa? Karena di dalam buku itu terdapat sejarah tentang awal berdirinya Kerajaan Cavaldesh hingga sekarang.

Louise berulang kali membolak-balik buku yang ada di hadapannya, mengetuk-etukan jarinya di meja hitam itu, dan menghela nafas. Bisa di bilang, sekarang ini dia bosan terhadap kegiatannnya.

Tiba-tiba saja terdengar deritan pintu yang memecahkan keheningan di ruangan itu. Louise  menolehkan kepalanya ke belakang.

“Aiden.” Gumamnya. Ternyata orang yang masuk itu adalah Aiden. Aiden berjalan mendekati Louise kemudian ia membungkukkan badanya memberi hormat.

“Lady Louise, Raja menyuruh anda untuk datang ke ruangan Beliau nanti malam.” Ucapnya. Louise memincingkan alisnya mencoba untuk mencerna setiap ucapan Aiden. Setelah mengerti ia menjawab.

“Baiklah. Terima kasih atas informasinya.” Aiden kembali membungkukan tubuhnya kemudian berpamitan untuk pergi.

-SSFF-

Matahari kini perlahan menghilang dari pandangan dan mulai diganti dengan redupnya cahaya bulan sabit, serta beribu-ribu bahkan jutaan bintang bertebaran di langit hitam itu.

Beberapa lampu penerang kerajaan mulai menyala satu persatu dengan sendirinya, membantu bulan dan bintang untuk menerangi wilayah Kerajaan Cavaldesh yang mulai gelap. Dalam sebuah ruangan besar nan megah terdapatlah seorang gadis cantik yang sedang sibuk memilih pakaian untuk sebuah acara yang mungkin penting untuknya.

“Ah, Raina. Aku harus memakai yang mana? Yang biru atau yang merah?” Tanya gadis bernama Louise itu kepada salah satu pelayan yang ada di dekatnya.

“Ehm . . . yang manapun cocok untuk Anda, Lady Louise.” Jawab pelayan itu dengan nada sangat sopan dan itu membuat Louise merasa tidak nyaman.

“Raina.” Panggilnya. Pelayan itu mengangkat wajahnya ke atas menghadap Louise.

“Kenapa kau begitu sopan padaku? Kau tak perlu takut padaku, aku ini hanya Putri dari seorang pemimpin kerajaan, bukan. Jadi bagaimana? Aku harus memakai yang mana?”

“Menurut saya yang biru ini lebih bagus.”

“Baiklah, terimakasih atas saranmu.” Louise tersenyum kemudian pergi ke ruangan kecil dekat kamar mandi untuk berganti pakaian.

-SSFF-

Dennis berjalan dengan santainya menuju ruangan Ayahnya, berbeda dengan Louise. Dia hanya memakai pakaian biasa namun tetap menunjukkan sisi kebangsawanannya. Ia telah tiba di depan pintu ruangan Ayahnya. Jantungnya berdegup dengan sangat cepat, rasa takut menyelimutinya. Takut jika ada suatu kesalahan fatal yang telah dibuatnya, sehingga membuat Ayahnya mengutusnya ke ruangan pribadinya itu.

Dennis membuka pelan pintu besar itu. Setelah masuk ke dalam ia melihat sekeliling mencari sosok laki-laki paruh baya itu. Namun nihil, sosok itu tak ada daam ruangan ini. Dennis memutuskan untuk duduk di kursi panjang bernuansa hitam dan merah yang ada di ruangan pribadi milik Ayahnya.

Disisi lain Louise berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan Ayahnya. Dia merasa takut jika terlambat karena Ayahnya itu sangat tepat waktu. Kini dia telah tiba di depan pintu. Dibukalah pintu itu dengan penuh tenaga, karena pintu itu sangat besar dan berat pastinya.

Louise tertegun saat ia melihat sosok kakaknya sedang duduk tanpa Ayahnya. Ia pikir hanya dia yang diutus kemari, ternyata tidak.

“Dennis, kau juga ada di sini?” Tanyanya membuat Dennis memalingkan wajahnya ke padanya.

“Louise, kenapa kau kesini?” Tanya Dennis ganti.

“Cih . . . apa aku tak boleh kemari?! Memangnya hanya kau yang boleh kemari, huh!” Jawab Louise dengan nada kesal.

“Terserah kau saja, kemari duduklah. Apa kau tak lelah berdiri dengan gain super beratmu itu?”

“Oh . . . kalian sudah datang.” Terdengar suara berat dari belakang Louise. Louise berbalik dan ternyata itu adalah Ayahnya.

“Ayah, kau mengagetkanku.” Dennis dan Raja Dominicus tertawa kecil melihat tingkah laku Louise. Kemudian mereka duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.

“Ada apa Ayah menyuruh kami kemari?” Tanya Dennis mengawali pembicaran.

“Ayah hanya ingin mengatakan, bahwa satu minggu lagi kerajaan kita akan mengadakan pertemuan besar tiga kerajaan.” Ujar Raja Dominicus. Louise melirik Dennis, dia benar-benar tidak tahu dengan apa yang dibicarakan Ayahnya itu. Namun, saat melirik Dennis ia lebih bingung karena raut wajah Dennis yang terkejut dan memasang ekspresi tak setuju dengan keputusan Ayahnya.

“Baiklah, hanya itu yang ingin Ayah bicarakan. Kalian boleh pergi.” Louise berdiri kemudian berpamitan pada Ayahnya. Namun berbeda dengan Dennis, ia sama sekali tak bergeming. Louise semakin bingung dengan tingkah Kakanya itu. Daripada masuk dalam masalah Louise lebih memilih keluar dari ruangan ini. Saat di luar ia mendengar suara Dennis yang sedikit keras.

“Apa yang Ayah inginkan? Apa Ayah ingin kejadian 17 tahun lalu terulang lagi?”

Kejadian 17 tahun lalu? Kejadian apa?  Pertanyaan itu tiba-tiba saja keluar dari benaknya, dan akhirnya ia memutuskan untuk mendengar percakapan antara Ayahnya dan Dennis.

“Ayah hanya ingin menyatukan 3 Kerajaan, Dennis.” Jawaban Raja Dominicus semakin membuat Louise bingung.

“Apa Ayah tidak takut jika Anthoria merenggut nyawa Louise?” Louise benar-benar bingung dengan percakapan orang yang ada di dalam. Dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi lalu akan bertanya pada Dennis besok.

-SSFF-

3 hari berikutnya, pikiran Louise tersita penuh oleh segala kegiatan dan tugas-tugasnya sebagai anggota keluarga kerajaan. Ia akhirnya mendapat sharpin pribadi setelah beberapa tahun terakhir belajar bersama kakaknya, Dennis. Sharpin tersebut memiliki gagang berlapis emas, selain itu bentuk dan warnanya sama persis dengan sharpin milik Dennis.

Maka dimulailah latihan Louise bersama salah satu anggota Black Knight yaitu Spencer. Setiap hari ia berlatih dipimpin oleh kelima Black Knight milik kerajaan dengan cara bergantian hingga tengah hari di halaman kerajaan. Untunglah Spencer bersikap cukup ramah dan menyenangkan terhadapnya, karena latihan ini sama sekali tidak menyenangkan. Sekujur tubuhnya penuh dengan memar-memar hasil pukulan Spencer yang tidak berbelas kasihan, walaupun ia sempat membalasanya. Louise mulai menyukai senjata barunya dan merasa semakin mahir. Satu hal yang Louise sukai dari latihan itu adalah ia selalu mendapatkan sari buah plum setelah selesai berlatih.

Di sela-sela harinya yang padat, Louise masih berusaha untuk menanyakan hal yang membuatnya bingung. Ya~ pembicaraan antara Dennis dan Ayahnya 3 hari yang lalu. Ia berjalan pelan berharap bisa menemukan Dennis di tempat yang super luas ini. Selain itu dia yakin, pasti sangat susah untuk menemukannya karena kesibukan Dennis.

Ditengah-tengah perjalanannya, ia tak sengaja bertemu dengan Trevor atau Black Knight yang paling dekat dengan Kakaknya, Dennis. Louise memutuskan untuk bertanya pada Trevor, barangkali Trevor tau di mana keberadaan kakaknya itu.

“Trevor.” Panggil Louise sedikit berteriak memanggil laki-laki berkulit putih, memiliki senyuman yang bisa dibilang sangat manis, berambut hitam, dan tinggi pastinya.

“Oh, Lady Louise.” Trevor membungkukan badanya memberi hormat “Ada keperluan apa anda kemari?”

“Ehm . . . apa kau tau di mana Dennis?” Tanya Louise.

“Ah ~ Dennis. Dia ada di halaman belakang bersama ke-3 Blick Knights. Mereka sedang mengerjakan sesuatu.” Ujar Trevor menjelaskan keberadaan Dennis. Louise tersenyum tipis dalam hatinya ia berkata “Hah, ternyata benar. Pasti sedang dengan pekerjaannya.”

“Kalau begitu, terimakasih atas informasinya, Trevor. Aku pergi dulu.” Louise tersenyum semanis mungkin untuk mengimbangi senyuman Trevor yang sedari tadi mengembang di bibirnya. Ia berlari kecil supaya lebih cepat tiba di halaman belakang yang letaknya sanga jauh dari tempatnya berada sekarang.

To Be Continue ~~~~

Hah *menghela nafas dengan Haeppa xD

Akhirnya . . . . . akhirnya . . . akhirnya . . .  Part 1 selesai juga, Yeeeeeee ~~~~

Oh, ya Readers. Nih FF benar-benar menguras fikiran Author, bahasanya, tempatnya, lokasinya, serta atribut2 yg ada di dalamnya #emangkonser sangat susah untu dicari #hah??

Ehm . . . Maaf ya, kalo FF ini ngebosenin banget + Readers kagak suka *BOW

Udah deh itu aja . . . . Part 2 nya pasti lebih seru #kayaknya xD

Ppai . . . Ppai . .  readers ^_^

Iklan

2 pemikiran pada “For My Kingdom (Part 1)

  1. Daebak thor. Ceritanya bgus, seru, n meyakinkn. Ini lokasinya di eropa ya #kayaknya sih iya
    lanjuuut *angkt jempol

Leave Your Comment ~~ ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s