The Truth Is I Love You – Part 3

Author : ^HyeBum^

Cast :

~Kim Kibum a.k.a Key

~Lee Donghae a.k.a Donghae

~Park Hye Bum a.k.a Hyebum (Author or You)

~Sung Eun Kyo a.k.a Eunkyo (Ocs)

~and other

Genre : Romance, life

Ratting : PG-15

Length : chaptered

Annyeong memberduel…..

Akhirnya part 3nya selesai jugaaa….

Ya udah deh.. gak usah kebanyakan ngomong, mending langsung baca aja yah..

Jangan lupa! RCL!!!!! XD

part 1 | part 2 |

^Happy Reading^

“Eunkyo-ah.. aku lelah! Apa kau tidak kelelahan?” keluh Hyebum

“ya! Aku sangat bersemangat sekarang!” seru yeoja yang masih menggunakan seragam SAHS.

“Hyebum.. apa kau menghubungi Donghae atau Key?”

“ani.. waeyo?”

“ada orang lain selain kita!” bisik Eunkyo

“eunhyuk?” gumam Hyebum

_Part 3_

Hyebum POV

Untuk apa ia kemari? Bukankah hanya aku, Eunkyo, Key, dan Donghae yang mengetahui pulau ini?. hey.. ia semakin mendekat kearahku! Aissshh!!!!

“annyeong Eunkyo-ah.. annyeong Hyebummie” sapanya. Ya! Dia memanggilku apa? ‘Hye..Hyebummie” yaikksss… kata-kata menjijikan apa itu. iiieeuuwwhhh….

“annyeong Eunhyuk-ssi” balas Eunkyo. Sedangkan aku hanya tersenyum kaku

“eumm.. Hyebum. Sepertinya aku ingin ke kamar mandi. Kau temani Eunhyuk saja ya. Aku mau kembali ke villa dulu” pamit Eunkyo yang belum ku ‘iya’kan ia sudah meninggalkanku berdua bersama Eunhyuk. Hmm… aku benci ini! selalu saja hening! Mengapa ia yang berstatus namja tidak mau mencari topik duluan sih! Menyebalkan! Daridulu tidak pernah berubah!

“ehm.. Eunhyuk.. darimana kau tau tentang pulau ini?” tanyaku untuk memulai pembicaraan

“hey.. apa kau lupa. Appamu itu sangat closer denganku” ucapnya. Babo! Mengapa aku bisa lupa ya? Pasti appa memberitahu semuanya! Hah.. percuma saja appa dan ahjussi-ahjussi – appa dari Eunkyo, Donghae, dan Key – membeli pulau ini kalau appa memberitahu orang lain

“oh” jawabku singkat

“kebetulan sekali ya kita bisa bertemu disini” ucapnya berbasa-basi

“hehe.. iya” balasku garing

“oh iya.. kemana Donghae dan Kibum?” tanya Eunhyuk

“molla? Mereka pulang sendiri-sendiri tadi” terangku. Akupun berbincang-bincang dengannya sembari berjalan santai di tepi danau dengan pasir putih yang tersebar luas. Tanpa sadar, aku sudah sampai ke villa

“Hyebum.. aku pulang dulu ya?” pamit Eunhyuk

“kau tidak mau mampir dulu ke villa?” tawarku hanya untuk basa – basi

“ani.. aku kesini hanya untuk jalan-jalan saja” ucapnya

“oh.. kalau begitu aku masuk dulu. annyeong” pamitku

“ne” balasnya singkat. Akupun melangkahkan kakiku ke halaman villa yang kutempati. Saat kutapakkan kakiku di anak tangga pertama, aku memutar tubuhku dan melihat punggung Eunhyuk sampai ia tak terlihat

“mengapa kau kembali, Hyukjae?” gumamku

-FanFiction-

03.30 p.m KST

Awan hitam di awan membuat Key merasa tidak nyaman. Key yang sedang berdiam diri di kamar merasa kesal terhadap gumpalan awan hitam yang bergentayangan bebas di langit sana.

“mengapa hari ini harus mendung! Padahal aku ingin mengajak appa ke Arc’s Heaven!” gerutu Key

Dengan malas ia mengambil ponsel hitamnya yang tergeletak bebas di meja. Jarinya kini sibuk menekan beberapa tombol yang terpampang di layar ponselnya. Tak sampai 10 detik, orang yang sedang ditelfonnya sudah membalas panggilan Key

“sedang dimana kau??” tanya Key

“oh yasudah.. ku kira kau sedang di Arc’s Heaven” ucapnya. Setelah itu, ia menutup telfonnya. Dengan gontai ia melangkahkan kakinya ke dapur untuk meneguk segelas orange juice di kulkasnya. Namun, ia terlonjak karena mendapati appanya sudah berpakaian rapi sembari menyeret koper.

“appa..” panggil Key lirih

“mi..mianhae kibum.. proyek appa yang di Canada tiba-tiba mengalami ‘kecelakaan’ yang harus appa tangani sendiri”

“tapi..” elak Key masih dengan volume suara yang sama. Melihat respon anaknya seperti itu, sang appapun mendekap tubuh jangkung anaknya kedalam pelukannya

“Kibum.. appa janji..! appa akan kembali lagi”

“yaksok?”

“ne… kalau begitu appa pergi dulu ya..” pamit Joong Won sembari meninggalkan anaknya yang masih terlarut dalam kesedihannya

2 menit setelah ‘kepergian’ appanya, posisi Key tidak berubah. Dengan tangan menggenggam, ia melangkah menuju meja makan. Menarik salah satu dari deretan kursi yang berjajar disana.. tatapan yang mulanya penuh dengan kehangatan itu lenyap seketika. Siapapun yang melihatnya pasti akan bergidik ngeri melihat tatapan tajam Key yang memberi kesan horor. Ia beranjak dari duduknya. Ia membawa kakinya ke kamar mandi. Disana ia mengaca.. dan bertanya pada diri sendiri

“apa inikah yang kau sebut kasih sayang, appa?”

“setelah bertahun-tahun kita tidak bersama. Kau rela pergi meninggalkanku sendiri demi sebuah pekerjaan yang tak berarti itu!!” tangannya makin mengepal. Buku-buku jarinya memutih. Menandakan betapa eratnya kepalan tangan itu.

“AAAAAAARRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHH……” teriak Key sembari melemparkan kepalan tangannya kehadapan kaca yang sedang memantulkan bayangan dirinya. Retakan kaca menyebar. Membentuk bentuk abstrak. Terkesan seperti kaca yang rapuh. Sama seperti keadaan Key selama ini. Rapuh. Itulah dirinya

Perlahan cairan kental berwana merah itu mengalir dari tangan Key. Cairan yang biasa disebut darah itu, mengalir mengikuti retakan kaca. Raut wajah Key tak menunjukan sedikitpun rasa sakit yang dirasanya. Perlahan, ia menurunkan tangannya. Darah menetes ke lantai kamar mandi. Setetes demi setetes terjatuh seiring langkah Key ke halaman belakang rumah Key. Ia mengambil telepon yang ada di dekat pintu penghubung antara ruang santai dengan halaman belakang.

“ahjumma.. tolong anda datang ke rumah untuk membersihkan kamar mandi di lantai bawah sampai halaman belakang” seusai mengucapkannya, Key menutup telfonnya.

Ia menyandarkan tubuhnya di dinding. Perlahan tubuhnya merosot ke bawah. Terdengar isakan kecil dari bibir Key. Terisak.. menangis…

-FanFiction-

Kini mereka berdiri di hamparan padang penuh ilalang ungu yang tingginya selutut orang dewasa. Angin bertiupan dari timur. Menggerakkan poni rambut Donghae dan Henry yang sedang bersandar di bumber mobil jeep berwarna hitam legam.

“apa kau masih menyukai Eunkyo?” tanya Henry to the point

“m..mwo?” tanya Donghae gugup

“kau pikir aku tidak tau kalau sejak SMP kau suka padanya. Bahkan sebelum kami berpacaran”

“mwo? Berpacaran? Kau pernah berpacaran dengannya?”

“ne.. saat aku sudah pindah ke L.A. walau hanya jarak jauh saja. Tapi aku loss contact dengannya.”

“oh begitu rupanya..” balas Donghae dengan nada kecewa

“wae??”

“ani.. gwenchana”

“jujur saja.. aku masih suka pada Eunkyo. Tapi ternyata rasa sukamu juga tak hilang-hilang seiring waktu berjalan. Padahal, harapanku jika sudah kembali dari L.A kau sudah melupakan perasaanmu terhadap Eunyko. Tapi kelihatannya, malah semakin kuat ya?” sindir Henry. Kini ia menatap Donghae tajam. Mengharap sebuah kepastian terlontar dari bibir sahabatnya itu.

“ne.. kau benar. Memang aku menyukai Eunkyo dari dulu bahkan sampai sekarang. Namun, jika kau menginginkannya kembali, aku rela. Karena kau telah mengambil start lebih dulu”

Hening… seusai Donghae mengatakan itu. ia memutuskan untuk pergi dari Henry. Meninggalkannya sendiri yang masih menikmati sejuknya angin perbukitan Addys.

Henry menatap punggung Donghae yang berjalan jauh meninggalkanya. Sampai ia tak bisa melihat tubuh tegap itu lagi.

“apa persahabatan kita akan seperti ini saja? Apa kau sangat mencintai Eunkyo? Tapi maaf Dongie.. aku juga mencintai Eunkyo. Dan kau benar.. aku memang sudah mendahuluimu. Karena aku lebih dulu mengambil hati Eunkyo. Jadi kuharap.. kau segera menemukan Eunkyo yang baru” gumam Henry, sesimpul smirk terulas di bibirnya.

-FanFiction-

Kabut pagi menyambut Hyebum. Diregangkan otot-otot tubuhnya. Dengan malas, ia menyeret kakinya ke kamar mandi. Diraihnya handuk biru di depan kamar mandi. Iapun mengerjakan rutinitas paginya

_at SHAS_

Pagi yang tak cerah itupun tak disambut cerah pula oleh siswa SAHS. Namun, mata mereka tiba-tiba terfokus pada sebuah mobil yang melintas di depan mereka. Mazda RX8 smooth green itu mampu menghipnotis para mata yang melihatnya. Begitu pula dengan namja yang berada di dalamnya. Mobilnya kini telah berjejer rapi  dalam parkiran. Pintu mobil terbuka, keluarlah seorang namja dengan jaket kulit hitam rancangan milik Giovani tersebut memberikan kesan ‘cool’ pada namja ini. Ditambah lagi dengan kacamata hitamnya yanng menutupi mata indahnya. Dengan santai, ia melangkahkan kakinya. Menghiraukan tatapan mata para siswa SAHS, yang menatap kagum dirinya dari ujung rambut sampai ujung sepatu. Namja berbadan tegap itu tetap berjalan sampai ia berhenti tepat di depan seorang yeoja yang sedang duduk di taman bersama teman-temannya.

“Sung Eunkyo..” panggil namja itu. eunkyo yang merasa dipanggilpun menoleh ke arah namja yang membelakangi sinar matahri yang tak terlalu cerah itu. dengan ragu ia bertanya

“nuguseyo?” tanyanya. Perlahan namja itu membuka kaca mata hitamnya.

“kau sudah lupa denganku, nae Lady?” sindir namja itu dengan suara khasnya

“Hen..ry??” jawab Eunkyo ragu

“rupanya kau masih ingat denganku” ucap Henry sembari menyunggingkan smirk-nya. Ia pun menatap sinis ke arah Donghae. Sedangkan Donghae hanya membuang muka.

-FanFiction-

Dengan paksa Hyebum menarik tangan Eunkyo dan menariknya ke taman belakang. Memang, seusai Henry memperkenalkan dirinya. Hyebum permisi dan menarik Eunkyo. Sesampainya di taman, Hyebum memulai interogasinya

“Eunkyo.. itu tadi Henry?” tanya Hyebum yang hanya dibalas anggukan oleh Eunkyo

“Hen..Henry Lau?? Teman SMP kita??” tanya Hyebum yang lagi-lagi hanya dibalas anggukan kecil oleh Eunkyo.

“mengapa ia balik lagi ke Seoul? Bukankah dia sudah pindah ke L.A?”

“ia tidak pindah. Hanya menerima beasiswa disana. Jadi itu tak menjamin bahwa ia tak akan kembali lagi ke Korea” terang Eunkyo

“huh… mengapa ia harus kembali sih??!!!” gerutu Hyebum sebal

“memang kenapa?” tanya Eunkyo heran

“aku tidak pernah suka dengan namja itu sejak dulu. dulu saat kita masih SMP, dia selalu mengolok-olokku saat aku sedang bersama Eunhyuk” ucap Hyebum sewot

“ouh…” tanggap Eunkyo santai

Bel masuk terdengar. Kedua yeoja itupun bergegas ke kelas mereka, 3-A.

_at Class_

Terlihat yeoja berperawakan tinggi dengan rambut merah gelap tergurai bebas di dudara memasuki kelas 3-A sembari membawa buku di tangannya.

“Pagi…” sapa guru itu

“Pagi sonsaengnim…” balas siswa kelas 3-A terkecuali Key dan Henry.

“baiklah… kelas musik hari ini akan dimulai dengan perkenalan dari siswa baru yang duduk di sebelah Sung Eunkyo” ucap Song Sonsaengnim. Orang yang dimaksud Song sonsaengnim itupun berdiri.

“annyeong yorobun.. joneun Henry Lau imnida. Pindahan dari L.A. bangapseumnida” ucap Henry santai

“terima kasih, Henry. Baiklah. Pelajaran kita lanjutkan di ruang musik. Dalam 5 menit saya harap kalian sudah berada dalam ruangan dengan alat musik masing-masing” pinta Song sonsaengnim

_ruang musik_

Kini.. ruangan yang terbilang cukup luas itu sudah terpenuhi oleh 30 siswa kelas 3-A. Terlihat mereka sudah membawa alat musik masing-masing. Han Seungyeon membawa Saxophone. Jung Soo Jung membawa Pianika. Sedangkan Eunkyo membawa Hyangpiri. Sedangkan Key, Hyebum, dan Donghae tidak membawa apapun. Begitu pula dengan Henry. Jelas saja dia tidak membawa, karena ini hari pertamanya

“baiklah.. kita mulai dari kamu, Choi Sulli” ucap Song sonsaengnim.

Sullipun turun dari bangkunya dan menuju ke  panggung di depan. Seluruh anak yang menyaksikan berjejaran dari atas ke bawah. Sullipun perlahan mulai memetikkan jarinya ke Sanxian yang ia bawa. Alat musik tradisional China itu ampu mebuat semua siswa terpana degan penampilannya. Sesudah itu, giliran Goo Hara yang maju dan memainkan Gitarnya. Ia bermain gitar sembari menyanyikan lagu Jason Mraz – I’m Yours.

Dan sekarang giliran Eunkyo memainkan Hyangpirinya. Perlahan ia mulai meniup Hyangpiri tersebut. Semua mata tertuju pada Eunkyo seorang. Donghae menatap tanpa henti. Ia menatap penuh arti kepada Eunkyo. Aura kecantikan Eunkyo terlihat ketika ia meniup Hyangpirinya itu. senyum menghiasi wajahnya. Menambah kecantikannya. Waktu Eunkyo selesai. Dan sekarang giliran Donghae. Dengan santai ia berjalan ke arah panggung. Ia mulai memainkan bass-nya. Penampilannya disambut dengan sangat meriah. Apalagi para yeoja yang ada disana – kecuali Eunkyo dan Hyebum – histeris saat Donghae mulai mengerlingkan matanya kepada para yeoja. Sedangkan Song sonsaengnim hanya menggelengkan kepalanya. Namun Key bisa membaca mata Song sonsaengnim bahwa ia juga terpana oleh penampilan Donghae yang berkharisma itu.

Dan akhir penampilan Donghae, diakhiri oleh tepuk tangan yang meriah dari para yeoja. Selanjutnya dalah Henry. Ia mengambil Biola cokelat tua di lemari. Donghae hanya menatap malas ke arah Henry. Sedangkan Eunkyo menatapnya dengan pandangan yang errr… tak bisa diartikan.

Senar-senar itu mulai digesek oleh Henry. Hening… suasana tiba-tiba menjadi hening. Semua mata hanya tertuju pada Henry. Pesona Henry membekukan susasana. Semua orang takjub akan penampilan Henry. Penampilan Henrypun diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari para siswa. Dan selanjutnya adalah Hyebum. Perlahan ia duduk di tengah panggung. Jarinya yang lentik mulai memetik Sanjo Gayageumnya. Suara senarnya memnuhi ruang musik. Senyum terukir manis di wajah salah satu siswa namja. Ia menatap Hyebum kagum. Keannggunan Hyebum saat ia memainkan gayageumnya membuat siswa terpana. Tanpa sadar penampilan Hyebum usai. Kini yang terakhir. Key

Dengan santai tapi penuh dengan wibawa (?), Key berjalan menuju piano putih. Ia menduduki kursi disana. Aura Key membuat semua siswa 3-A diam dan langsung memperhatikan. Dentingan piano mulai memenuhi ruangan latihan itu. entah aura apa yang menyelimuti mereka. Yang jelas, mereka merasa bahwa penyesalan akan datang bila melewatkan sedetik saja penampilan dari Key. Oke, itu berlebihan. Namun itulah kenyataannya.

Bel istirahat berbunyi, para siswa 3-A pun berhamburan keluar. Termasuk Donghae yang dengan santai berjalan menuju kantin – yang tidak biasanya sendirian – sambil melirik para siswi SAHS.

“ada apa kau melirik para siswi disini? Apa kau sedang mencoba mencari ‘eunkyo yang baru’??” ujar seseorang

“ada apa kau menghampiriku?” tanya Donghae malas-malasan

“tak ada. Hanya ingin mengobrol saja dengan ‘kawan lamaku’ “ ucap Henry penuh penekanan

“kalau begitu, lebih baik kau pergi saja. Aku sedang tidak mood berbicara terutama dengan kau”

“hey.. semudah itukah kau melupakan masa-masa indah saat kita SMP dulu?”

“ya sejak kau mengutarakan sesuatu yang membuatku kesal!” ucap Donghae yang kini berhenti melangkah dan menatap Henry.

“jadi itu masalahnya? Tapi yang kukatakan itu benar adanya bukan”

“sudahlah! Aku sedang malas berdebat. Aku pergi” balas Donghae

Hari itu, serasa sangat lama bagi Donghae. Sampai akhirnya ia pulang dan memutuskan untuk pergi ke Arc’s Heaven. Namun disana ia juga menemukan Key

“key!!” seru Donghae. Key yang sedari tadi memejamkan matanya, kini menatap kedatangan Donghae.

“kau juga disini?” tanya Key datar

“ne.. aku sedang ingin melepas penatku!!” balas Donghae yang kini ikut-ikutan tiduran disamping Key

“apa karena Henry yang tiba-tiba datang dan mencoba mendekati Eunkyo?” tanya Key yang spontan membuat Donghae tersentak.

“bagaimana bisa kau tahu?” tanya Donghae

“bagaimanapun caranya aku tahu itu tidak penting bagimu. Yang penting adalah, jika kau memang benar mencintai Eunkyo. Kejarlah ia sampai kau bisa merebut hati yang pernah dimilikki oleh Henry itu!” saran Key yang sukses membuat Donghae tercengang.

‘baru kali ini aku melihat Key berbicara seperti itu! sepertinya ia telah mendapat pencerahan (?) ’ batin Donghae

Seusai berbicara, Key pergi

“mau kemana kau?” tanya Donghae

“pulang” jawab Key sambil melambaikan tangannya walau ia sedang membelakangi Donghae

-FanFiction-

Karena sedang bosan dirumah, Hyebum memutuskan untuk pergi keluar. Namun, langkahnya terhenti saat ia melihat seseorang di depan rumahnya.

“ada apa kau kemari?” tanya Hyebum to the point pada orang itu

“aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Aku sedang bosan dirumah, dan kukira kau sudah pulang sekolah. Maka dari itu aku memutuskan untuk kemari” terang Eunhyuk

“kalau begitu, apa yang kau inginkan?”

“sudah jelas bukan? Mengajakmu jalan-jalan” balas Eunhyuk yang langsung menarik pergelangan tangan Hyebum tanpa persetujuan dari Hyebum. Eunhyuk menyuruh Hyebum untuk masuk. Dengan kesal, Hyebum memasuki mobil Eunhyuk. Tak lama kemudian, Eunhyukpun memasuki mobilnya. Selang beberapa menit, Mazda RX 8 light green itu melaju. Tanpa sadar, sepasang mata tengah mengamati mereka daritadi. Orang itupun pergi.

“mau kemana?” tanya Hyebum

“ke tempat dimana kita pernah bersama” jawab Eunhyuk enteng

“maksudmu?” tanya Hyebum meminta kejelasan

“lihat saja nanti” balas Eunhyuk yang membuat Hyebum kesal. 10 menit kemudian, mereka sampai di sebuah tempat.

“ini.. bukankah ini..”

“ya.. ini adalah panti asuhan. Tempat dimana kita pernah bersama dulu” jawab Eunhyuk.

Kaki kecil Hyebum mengitari pekarangan rumah tua yang sudah tak teurus itu. Begitu banyak helaian daun kering memenuhi halaman rumah itu.

“bagaimana bisa? Apa yang terjadi dengan panti asuhan ini?”

“kurasa lebih baik kau tidak mengetahuinya” jawab Eunhyuk sambil menghampiri Hyebum yang masih sibuk dengan sejuta pertanyaan di kepalanya

“apa maksudmu mengajakku kemari?”

“hanya ingin kau mengingat sebagian ‘masa lalu pahit’ kita” ucap Eunhyuk bersamaan dengan seringaian di wajahnya.

-FanFiction-

Dengan kesal, Key membanting diri di sofa ruang tamunya.

“HAH!!!! LEE HYUK JAE!!! KAU SELALU SAJA MEMBUATKU KESAL!!!!” teriak Key. Seketika, Key memijat pelipisnya. Tangan kirinya merogoh saku celananya. Jari-jarinya menekan beberapa tombol. Ia mendekatkan ponselnya kearah kuping kirinya.

“yoboseyo.. Dr. Choi, tolong kirim beberapa obat bius dan tidur untukku” titah Key pada seseorang di telfon. Seusai itu, ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Ia letakkan jarinya di layar berwarna hijau. Setelah itu ia menidurkan diri. Tak lama kemudian ia terlelap dalam mimpi

Terlihat kedua insan tengah menikmati ice cream dibawah pohon rindang. Anak laki – laki itu sedang bercanda dengan temannya. Sesaat kemudian, datanglah seorang gadis.

“Kibum! Eunhyuk!” sapa gadis itu. kedua teman yang dipanggil itu mendongak dan melambai pada gadis itu

“Kibum, nanti sore. Aku ke rumahmu ya. Aku ingin belajar fisika denganmu” ucap Hyebum. Belum sempat Kibum  menjawab, Eunhyuk malah mendahului Kibum

“hey, aku juga bisa kok. Kalau Cuma fisika sih, aku bisa! Ke rumahku saja!” tawar Eunhyuk. Sesungguhnya Hyebum sendiri tidak mau ke rumah Eunhyuk. Namun, karena Kibum yang hanya diam dan tak memberi respon. Akhirnya Hyebum mau. Sejak saat itu, Eunhyuk selalu mengambil kesempatan Kibum untuk menjadi lebih dekat dengan Hyebum. Sampai akhirnya Kibum sampai pada ambang batas kesabarannya. Terjadilah pertengkaran hebat antara Kibum dan Eunhyuk. Dari situlah Kibum dan Eunhyuk tak pernah bersama lagi sampai sekarang.

Peluh keringat bercucuran dari kening Key. Entah mengapa setiap ia memimpikan sesuatu tentang masa lalunya terutama Hyebum. Pasti ia akan berkeringat. Keypun memutuskan untuk berndam di bath up nya.

-FanFiction-

Langit mulai senja, namun Eunhyuk dan Hyebum sama sekali tak berniat untuk pulang.

“jadi, kemana Jung ahjumma?” tanya Hyebum.

“ia pindah ke luar negeri. Kalau tidak salah, ke California”

“California? Mengapa banyak sekali masalah “California? Mengapa banyak sekali masalah ang beruhubungan dengan kota itu?”

Eunhyuk mengernyitkan dahinya, “maksudmu?”

“ya kau tahu kan? Saat Key kelas 2 smp, ia memilih beasiswa ke California, ibunya yang katanya berganti marga Jung itu juga pindah ke California.” ucap Hyebum keheranan.

_TBC_

mian ya reader sekalian.. FF ini dipublishnya lamaaa… *deep bow* abis, FF ini diperbaikin bulak-balik(?). RCLnya ya ^^

Iklan

4 pemikiran pada “The Truth Is I Love You – Part 3

Leave Your Comment ~~ ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s