Painfully Love

painfully love

Tittle       :               Painfully Love

Author   :               hyebum98s

Cast         :               Onew | Victoria | Nickhun (shadow cast)

Genre     :               Sad Romance

Length    :              Drabble

Tak peduli seberapa dekatnya kita. Aku tahu aku tak bisa mencintaimu.

Aku sudah tak bisa mempertahankan ini. Cinta ini..tak dapat kupenuhi

7 April 2012

Apa rasa sakit ini sebanding dengan kebahagianmu?

Apa bulir air mata ini mampu mengukir senyum indah di wajahmu?

Noona.. apa kau bahagia bersamamu?

Bisakah aku menjadi seperti dia?

Bisakah aku memiliki tempat yang sama seperti dia?

Bisakah aku.. menjadi pelabuhan hatimu?

Dan bisakah aku tak hanya melontarkan pertanyaan konyol ini di dalam hatiku?!

Aku tahu aku pengecut. Tak seperti ia yang dengan berani dan lantang menyatakan perasaannya padamu. Aku tahu. Ku akui memang aku yang salah.

Aku yang tak memiliki keberanian untuk menatap matamu. melontarkan apa yang hatiku ingin katakan. Dan.. selesai sudah. Kau milikku. Namun nyatanya? Kau lebih bahagia bersama ia.

Mengagumi seseorang dalam diam itu tak mudah. Itu menyakitkan. Aku harus memerangi rasa sakit ini sendiri. Sakit yang diberikan oleh sesosok wanita ciptaan Tuhan, yang telah mencuri sesuatu dalam diriku. Hatiku. Dibawa pergi olehnya tanpa ia sadari.

Aneh memang. Rasa suka ini memang memberikanku rasa sakit yang teramat sangat. Tapi dengan bodohnya aku tak menepis se-inchi perasaan ini dari hatiku. Tolol? Bodoh? memang!

Noona.. pernakah kau membayangkan? Aku. Lee Jinki – seseorang yang apabila dibandingkan oleh lelaki yang bersanding disampingmu, tentu tak ada apa-apanya – mencintaimu?

Selama 4 tahun kupendam perasaan ini. Memendam dalam diam. Menguburnya dalam. Agar tak ada seorangpun yang mampu merogoh apalagi menggantikannya. Selama ini, memang banyak memori tentang kita. Tapi.. apakah kau memiliki kesan yang sama terhadapku? Di mataku, jelas. Kau istimewa! Sangat istimewa. Namun kau? Ah sudahlah. Kurasa aku tahu jawabannya.

Noona.. kau tahu? Perasaan ini..

Terlalu indah untuk kubagi dengan orang lain. utnuk digantikan oleh orang lain. untuk dipendam dan..disembunyikan darimu. Andai saja kau mengetahui gejolak rasa ini. setidaknya aku tidak akan sesakit sekarang. Aku tak akan menyesali semua waktu yang telah kita habiskan bersama.

Namun, sekarang semua sudah terlambat. Ia sudah memilikimu. Memiliki wanita yang memiliki hatiku. Lalu? Aku mendapat apa? Mendapatkan kaupun tidak. Mendapat hatiku kembalipun juga tidak. Ah! aku mendapatkan satu hal. Rasa sakit. Miris memang.

Apa memang inikah takdirku? Hanya mampu memandangi sepasang sejoli yang nampak bahagia. dan tak pernah mengira bahwa ada pihak yang ‘tersakiti’ akan senyuman itu. Kebahagiaan itu. kasih sayang itu. itu aku, noona!

Mungkin sekarang saatnya? Aku menyerah.

Aku sudah tak sanggup lagi. Panah ini menusuk terlalu dalam. Terlalu dalam dan berhasil menggapai tempat terdalam di hati ini. tempat dimana aku menyimpan semua hal indah tentangmu. Perasaan indah untukmu.

Panah itu berhasil menggapainya. Dan menariknya secara perlahan. Perlahan..namun pasti. Membuatku remuk. Hancur. Membunuhku secara perlahan.

Tak bisa kupungkiri. Aku sangat berterimakasih padamu.

Terima kasih telah mengajarkanku apa itu cinta.

Terima kasih telah mengajarkanku apa itu setia.

Terima kasih telah memberikanku kekuataan disaat aku terpuruk hanya dengan senyum manismu.

Terima kasih telah mengajarkanku apa itu ‘sakit’

Dan terima kasih.. telah mengisi relung hatiku dan menghiasinya menjadi lebih indah. Menjauhkannya dari kata ke’hampa’an.

Namun, kini aku menyerah. Aku tak sanggup lagi menerima rasa sakit ini. semua derita ini, terlalu banyak. Bukan. tapi sangat banyak. Dan aku hanya mampu mengucapkan..

Aku mencintaimu, noona. Terimakasih untuk segalanya.

Tertanda

Lee Jinki

7 April 2013

Angin semilir menemani wanita itu melangkah. Kicauan burung bagaikan nyanyian untuknya. Gessekan daun di musim semi menggelitik indera pendengarannya. Langkah gadis itu terhenti. Ia menatap pada batu nisan yang bertuliskan nama seseorang yang pernah menjadi ‘istimewa’ di hatinya. Lee Jinki.

“annyeong, Jinki? Aku kembali lagi hari ini. Dan hari ini tepat setahun setelah kau meninggalkanku. Ah iya! aku sudah membaca surat darimu. Kau puitis sekali. Hahaha. Jinki-ah. kau itu bodoh! Kau tahu? Bo-doh! Huh, bagaimana tidak? Kalau saja kau mengatakannya lebih dulu. tentu aku akan lebih bahagia dari sekarang, bodoh! Kau ingin aku bahagia bukan?”

“Maaf..Maaf..Maaf aku tak bisa memberikanku kebahagiaan lebih banyak lagi. Aku tak bisa memberikanmu  apa yang telah kau beri padaku. Aku hanya memberimu rasa sakit dan beban. Maafkan aku, Jinki-ah. tapi jujr saja.. aku juga mencintaimu.”

“aku..mencintaimu, Jinki”

[end]

Iklan

2 pemikiran pada “Painfully Love

  1. Oh.. Jinki dibuat meninggal di sini? Kyaa andwae 😀
    Meski pendek tp ngena feelnya.
    Eh tp hrsnya itu “jinki-ya” bkn “jinki-ah” karna huruf blkgnya itu huruf idup alias aiueo jd pake embel-embel “ya” sdgkan huruf mati sprti “eunhyuk” itu br pake “ah”. Setau ku itu ^^

    • ah.. gitu ya. maaf, author kurang paham tentang ‘sistem manggil’ (?) giru XDv makasih ya koreksinya ^^ bakal author perbaiki di FF mendatang >.^
      thanks ya udah comment ^^
      sering-sering mampir ke SSFF yaa 😀

Leave Your Comment ~~ ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s