Because You [part 2]

 

Image 


Author : Hyunri
Genere : Romance, Friendship, Family
Rating :
Main Cast :
Lee Donghae
Jenifer Kim (oc)
Other Cast :
Kim Jongwon/Yesung
Jessica Jung
Park Kana (oc)
Lee Sungmin
Kim Heechul
Tn. & Ny. Lee
Tn. & Ny. Kim
Beruntungnya ff ini bisa dilanjutin ke part 2, yah maaf nih kalo part 1 nya kurang 
memuaskan jadi semoga aja part 2nya lebih baik. Soalnya dipart 2 ini 
author juga agak bingung mau nulis apa, tapi tiba-tiba ada ide sih 
sekilas. Mian ya readers kalo mungkin masih kurang. NO BASH!!!
Author POV

Donghae
meninggalkan Jessica dan laki-laki itu. Ia tidak menghiraukan Jessica 
yang berteriak. "Oppa, oppa, Donghae oppa!" berkali-kali ucapan itu 
dilontarkan mulut Jessica namun Donghae tak peduli sampai Jessica 
mengejarnya pun dia tak peduli, ia sudah terlanjur kecewa. Sampai 
akhirnya Jessica menahan tangannya untuk pergi. "Oppa,mianhe..." ucap 
Jessica lirih. "Sudahlah, tak perlu minta maaf. Aku sudah terlanjur 
kecewa padamu. Sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita." Donghae 
mengatakan itu sambil melepas gengaman tangan Jesssica. "Oppa..." ucap 
Jessica dengan suaranya yang serak karena menangis.


Donghae pun pergi meninggalkan cafe itu dan pulang ke rumahnya. Laki-laki yang tadi bersama Jessica pun menghampiri Jessica. "Gwaechana?" ucap laki-laki itu. "Gwechana, oppa." jawab Jessica. "Kita pulang saja, kajja!" orang itu menarik tangan Jessica dan Jessica pun pulang. Di 
trngah perjalanan memuju rumah Jessica orang itu dan setelah diketahui orang itu bernama Kim Heechul, pacar baru Jessica.

Kim Heechul : "Chagi, tadi itu siapa?" 

Jessica : "Nuguseyo?"

Kim Heechul : "Namja tadi. Apa itu namjachigumu? Jujur saja, kalau kau jujur aku tidak akan marah."

Jessica : "Oppa, mianhae. Tadi itu Donghae oppa dan dia namjachiguku, tetapi sekarang kami sudah putus."

Kim Heechul : "Ne, aku percaya padaku. Tadi kalian putus didepanku kan?"

Jessica : "Ne. Jeongmal mianhae, oppa" (Jessica mulai menangis lagi)

Kim Haechul : "Uljima."

Jessica : "Gomawo, oppa."

Jessica pun turun dari mobil Heechul dan masuk ke dalam rumahnya. Heechul tidak memutuskan Jessica walaupun hatinya kecewa karena perasaannya masih 
tetap sama.


Donghae POV

Aku pun pulang ke rumah dengan keadaan emosi. Aku langsung menuju kamarku, 
merebahkan badan di tempat tidur. Aku merasa sangan mumet dan bosan 
sampai-sampai saat aku bertemu Jongwoon hyung didepan kamarnya pun aku 
tidak menegurnya sama sekali. Huuh... ini memang bukan aku yang 
biasanya. Kali ini aku memang benar benar bosan. Tiba-tiba ada yang 
mengetuk pintu kamarku.

Ny. Lee : "Donghae-ya, buka pintunya. Eomma ingin masuk."
Aku : "Tidak dikunci, eomma."

Ceklek...

Pintu kamarku pun terbuka. Tak salah lagi itu pasti eomma. Eomma pasti tahu kalau aku sudah pulang dari Jongwoon hyung.

Ny. Lee : "Untunglah kamu sudah pulang, eomma tahu dari Jongwoon. Minggu 
depan tunanganmu datang kemari, jangan lupa jemput dia di Bandara Incheon tanggal 5 Juni jam 7 malam."

Aku : "Apa secepat itukah dia datang, huh menyebalkan."

Aku mendengus kesal.

Ny. Lee : "Ne, Donghae-ya. Eomma balik dulu."

Aku : "Ne."

Eomma pun keluar dari kamarku. Huh... berita yang eomma bawa semakin 
membuatku bosan. Untung saja aku sedang libur kuliah, kalu tidak aku 
bisa mati karena tugas dari dosen yang menumpuk. Otakku seakan ingin 
pecah dengan semua kenyataan. Aku putus dengan Jessica dan sekarang aku 
ingin ditunangkan, dan sati lagi tunanganku datang minggu depan dan 
lebih rumitnya lagi aku yang harus menjemputnya di Incheon. Ya Tuhan, 
kiamat itu kapan. Apa kiamat itu sudah dekat? Argh! Aku bisa gila.


Author POV

Beberapa hari kemudian...

Tanggal 5 Juni pun sudah sampai tanggal dimana Jenifer harus berangkat ke Seoul dan Donghae akan menjemputnya. Tapi bagi Jenifer itu tidak akan 
terjadi, Donghae tidak akan menjeputnya. Karena ia akan menyiapkan 1 
rencana.


Jenifer POV


Hari
ini aku akan berangkat ke Seoul, tetapi orang itu tidak akan bisa 
menjemputku di Icheon karena Kana yang akan menjeputku. Rasakan itu.
 Beberapa
jam pun berlalu pesawat pun bersiap terbang meninggalkan negeri Sakura 
ini. Aku terasa berat meninggalkan Tokyo tapi aku juga senang karena 
akan kembali ke Seoul dan bertemu Kana.


Incheon International Airport, @19.00 KST

Aku pun mengambil koperku dan keluar, diluar aku bertemu dengan Kana lalu 
kami pun berpelukan. Setelah itu aku pun meletakan koperku di bagasi 
mobil Kana. Aku sangat bangga kepada sahabatku yang satu ini. Waktu dulu ia takut untuk menyetir mobil, tapi sekarang dia sudah menyetir mobil 
sendiri.
Kami pun bercakap-cakap melepas rindu.

Aku : "Park Kana, bogosipo...."

Kana : "Nado bogoshipo..."

Aku : "Wah, Kana-chan sekarang kamu sudah bisa menyetir mobil sendiri ya!"

Kana : "Ne, sekarang aku sudah bisa menyetir sendiri."

Aku : "Siapa yang membelikanmu mobil?"

Kana : "Ish, Jeni-chan. Appa yang membelikannnya memangnya siapa lagi?"
Aku : "Siapa tahu dapat hadiah menang lotre?"
Kana : "Kau mau mengejekku ya. Huuh..." (Kana pura-pura marah)
Aku : "Yak! Kana-chan jangan marah."
Kana : "Ne. Ongomong-ongomong kata eommamu kau sudah berubah ya? Kau sudah tidak minum shake lagi? Kau sudah tidak suka shake? Terima kasih yaa Tuhan. "
Aku : "Siapa bilang aku tidak suka shake lagi aku suka. Eh., bagaimana kau temani aku minum soju?"
Kana : "Soju? Aigo... kau ini, kukira sudah tobat ternyata malah tambah parah. Ckckck..."
Aku : "Ayolah Kana ini yang terakhir. Jebal..."
Kana : "Ne. Tapi janji ya Jeni-chan ini yang terakhir."
Aku : "Ne, kana-chan janji."
Kana : "Ya sudah, didekat sini ada club kita ke sana saja lagi pula rumahku juga dekat sini."
Aku : "Ne, kana-chan"

Aku dan kana pun aku pergi ke klub yang kana bilang.


Author POV

Disisi lain Donghae sibuk mencari-cari Kana di bandara tetapi ia tidak menemukannya. Akhirnya Donghae memutuskan utuk pulang karena ini sudah jam 9 malam.


Donghae POV

Orang itu menyusahkanku saja. Ah lebih baik aku pulang saja aku sudah lelah lagi pula ini juga sudah malam. Aku pun kembali ke parkiran mobil dan pulang. Saat aku pulang appa dan eomma terkejut karena aku tidak pulang bersama gadis itu. Aku dimarahi habis-habisan oleh appa dan juga eomma. Telingaku rasanya sakit mendengarnya. Setelah appa dan eomma pergi tidur, aku pun hanya diam di pinggir kolam berenang rumahku. Aku lelah dengan semua sikap kuno appa dan eomma, tiba-tiba Sungmin hyung datang menghampiriku.
Sungmin : "Wah yang baru dimarahi, kau tidak menemukan gadis itu ?"
Aku : "Ne, hyung aku tidak menemukannya. Aku bosan dengan semua ucapan eomma dan appa."
Sungmin : "Kasihan sekali saengku yang satu ini. Ckckckck."
Aku : "Lalu untuk apa kau kesini. Untuk mengejekku?" (Aku mendengus kesal) "Kau tega melihat namdongsaengmu yang tampan ini sedih?"
Sungmin : "Ani, Hae bagaimana kalau kita minum saja bersama Jongwoon hyung?"
Aku : "Yang benar hyung! Bagaimana kalau ketahuan appa dan eomma nanti aku malah makin dimarahi. Ish... dasar hyung yang menyiksa adiknya."
Sungmin : "Aku sudah menyiapkan rencana. Sudah cepat sana panggil Jongwoon hyung."
Aku : "Ne, hyung."

Aku pun segera pergi ke kamar Jongwoon hyung dan mengetuk pintu kamarnya. Dan taklama dari itu pintu pun dibuka oleh sang pemilik. Kelihatannya Jongwoon hyung juga sedang murung. Wajahnya lecak seperti kertas yang diremas-remas dan rambutnya sangat berantakan seperti sarang burung.
Jongwoon : "Wae?"
Aku pun menjelaskan langsung to the point.
Aku : "Sungmin hyung mengajakmu pergi minum."
Jongwoon : "Minum saja pakai pergi segala kayak di rumah tidak bisa."
Aku : "Nanti kalau di rumah kita bisa dimarahi appa dan eomma."
Jongwoon : "Masak minum saja dimarahi setiap hari kita semua minun tidak dimarahi."
Aku : "Hyung kau tidak salah? Maksudku itu minum soju bukan air putih, susu, sereal, kopi, atau teh."
Jongwoon : "Oh aku kira minum air putih. Mian, mian, hehehe."
Aku : " Sepertinya kau benar-benar butuh reflesing. Kajja!"

Aku menarik tangan hyungku lalu membawanya ke mobil Sungmin, karena kami akan pergi naik mobil Sungmin. Sepertinya juga tidak ada penolakan dari Jongwoon hyung dan akhirnya kami pergi bersama. Setelah sampai didepan club kami pun turun dari mobil. Bagiku ini adalah ke-2 kalinya aku pergi ke klub namun aku tidak pernah minum soju disini, tapi kali ini kami bertiga pun meminum soju. Aku memang tidak begitu kuat minum tapi 2 hyungku ini cukup kuat minum. Kami pun bersulang. Sungmin hyung sudah mulai mabuk sementara Jongwoon hyung hampir mabuk. Kepalaku sudah agak berat namun aku masih memaksakannya. Sungmin hyung pun mencobq menggoda 1 gadis canti yang sedang minum juga bersama temannya dan mereka duduk tak jauh dari situ. Aku pun mengikuti hyungku ini, aku menggoda teman gadis itu. Lalu gadis yang kami goda sepertinya agak galak. Mereka merasa risih saat kami mendekatinya. Dan sementara Jongwoon hyung tetap ditempatnya. 
Jenifer POV 
Aku dan Kana digoda 2 orang pria tetapi dari wajahnya aku dapat melihat bahwa ini sepertinya orang yang cukup kaya. Aku pun berteriak "Park Kana bagaimana ini?" aku berteriak saat salah satu dari pria itu hendak menciumku.Tiba-tiba ada seorang namja yang sedang minum juga berteriak "Hentikan!".

Jongwoon POV 
"Hentikan!" ucapku saat Donghae mendekati salah seorang dari gadis itu. Aku merasa itu adalah Kana, orang yang aku cintai diam2. Aku langsung mendekati Donghae dan mebantingnya ke lantai dan Sungmin kaget, Sungmin yang ingin mencium teman Kana langsung menolong Donghae. Aku pun langsung menarik Kana dan memeluknya. Karena aku tiba2 menariknya jarak kami sangat dekat. Mata kami saling bertemu.
Deg! Jantungku hampir copot. "Kajja, pulang! Kau tidak boleh disini terlalu lama." aku mengajaknya keluar namun ia menahan tanganku. " Oppa, temanku bagaimana?"ucapnya, aku pun menjawab "Nugu?" . Dia menunjuk ke arah gadis yang tadi bersamanya. "Yeoja itu." ucapku dan ia menganggukan kepalanya. Aku ke arah Sungmin dan menyuruh Sungmin mengantarkannya pulang. Sungmin menurut dan gadis itu mengatakan "Koperku ada dimobil Kana, chinguku. Aku mau ambil dulu." gadis itu pun pergi ke mobil Kana dan mengambil kopernya kemudian pulang diantar Sungmin dan Donghae. Aku kira Kana tidak membawa mobil karena aku tidak tahu kalau Kana sudah ganti mobil. Aku kemudian meminta kunci mobil Kana dan menyetir mobilnya. Aku sudah tidak mabuk lagi sekarang karena kejadian beberapa menit yang lalu. Aku mengantarkan Kana dan mobilnya pulang ternyata ruamhnya masih tetap yang dulu. Lalu saat aku akam pulang Kana menahan tanganku lalu berkata "Oppa, kau menginap saja disini ayah
ibuku sedang ke Busan aku tahut sendiri dirumah dan ini sudah malam." aku tersenyum. "Tidak apa-apa aku lebih baik pulang saja nanti ssamchon dan imo menkawatirkanku." aku menjawabnya dengan lembut sambil melepsakan tangannya. "Bagaimana kau digangu para pemabuk atau dikroyok preman? Eottoke? Mereka banyak sementara kau sendiri dan kau tak mungkin naik taxi karena rumahmu dekat." ucapnya. Langkahku pun terhenti seketika, aku pikir benar juga perkataannya."Sudahlah oppa, menginap disini saja, disana masih ada kamar yang kosong. Kajja?" ucapnya. Aku pun mengikutinya ke kamar yang ia tunjuk. "Kalau ada apa-apa ketuk pintu kamarku. Kamarku ada disana." sambil menunnjuk pintu yang tdk jauh dari kamarku.


TBC
Iklan

Leave Your Comment ~~ ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s